Senin, 09 Juli 2012



RESENSI BUKU FIKSI

Judul               : Penjaga Hati                     
Pengarang       : Anfika Noer
Penerbit           : Sabil
Sampul            : Soft Cover
Tebal Buku      : 404 halaman
Tahun Terbit    : 2011
ISBN               : 978-602-978-641-5
Kategori          : Filosofi
Ukuran            : 14 x 20 cm
Harga              : Rp 48.000,-

Anfika Noer,  lahir pada tanggal 04 Oktober 1981 di Metro. Ia menghabiskan masa kanak-kanaknya di desa kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Metro kemudian di SMU Negeri 1 Metro. Pendidikan tingggi di tempuh di Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung. Saat ini ia bergiat di Forum Lingkar Pena Lampung sebagai Sekretaris Umum. Anfika Noer mulai menggeluti dunia tulis mulai tahun 2004, di sela-sela kesibukan menjalankan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi Anfika menulis cerita anak, cerpen, opini, dan artikel pada harian umum, majalah remaja, dan antologi bersama.
Novel Penjaga Hati ini menceritakan tentang sulitnya menjaga hati, bukan hanya menjaga hati sendiri tetapi menjaga hati semua orang agar tidak menimbulkan prasangka buruk. Novel ini berkisah tentang dua insan yaitu Hasbi dan Yumna. Mereka  mempunyai rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata, mereka mengalami pertarungan jiwa dalam hal menjaga hati. Berusaha menghilangkan ego masing-masing agar tetap dapat saling menjaga perasaan. Namun mau tak mau keduanya tak bisa terus-terus memendam rasa sampai akhirnya mereka harus mengutarakannya dengan cara masing-masing.
Tujuan dari Novel ini pada dasarnya untuk mengingatkan tentang peringai manusia yang sering dihiraukan, yaitu kemampuan untuk menjaga hati. Novel ini dapat membuat kita lebih menjaga sebuah perasaan, berhati-hati dengan sebuah hati, dan belajar menerima segala sesuatu tanpa adanya rasa marah maupun penyesalan. Melalui tokoh utama dalam novel ini kita dapat belajar banyak tentang tata cara mengelola hati agar menjadi pribadi yang tenang dan bahagia.
Buku ini sebaiknya ditujukan utamanya pada kalangan remaja dan dewasa sebelum menkah karena sangat cocok dengan kriteria remaja yang masih labil dan sulit untuk menjaga hati dan perasaan. Ceritanya juga seputar cinta yang sewajarnya terjadi pada usia remaja, yaitu cinta yang baik dan cerdas. Selain itu, juga kedewasaan dalam memilih pasangan dan menentukan masa depan.
Sistematika penulisan cukup lengkap untuk buku fiksi, yaitu terdapat halaman judul, keterangan identitas buku, pengantar penulis, pengantar General Manager (GM), daftar isi, kemudian di akhir buku dilengkapi dengan biografi penulis. Selain di sampul belakang buku berisi pengantar isi novel Penjaga hati ini.
Bahasa serta ejaan sudah cukup komunikatif. Diksi yang dipilih disisipkan bahasa arab dan bahasa daerah sehingga diperlukan catatan kaki. Namun terdapat beberapa yang tidak dicantumkan catatan kakinya sehingga pembaca harus mengetauhi maksudnya di luar buku itu atau pengetahuan sendiri.
Novel ini memiliki segi kemenarikan yaitu nilai religinya yang sangat kuat. Nilai religi yang terdapat dalam novel ini yaitu keimanan (aqidah), ihsan (akhlak), dan ibadah. Selain itu dalam novel ini ada sisipan kalimat-kalimat bijak, yaitu sebagai berikut.
Mengertikah bahwa hati adalah penawar?
Jika ia teracuni, tidakkah tubuhmu telah terancam?
Jagalah ia
Sekirannya, hal itu tak mudah

Tema novel ini yaitu tentang hati dan perasaan, bagaimana suatu hati harus tetap terjaga kebeningannya. Alur yang digunakan yaitu alur maju, dimulai dari perkenalan, permunculan masalah, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian. Latar cerita terdapat di beberapa kota di Indonesia yaitu Padang, Palembang, Yogyakarta, dan Bekasi, dimana sebagian besar terdapat di Palembang yaitu tempat pertemuan antara Hasbi dan Yumna. Penulis dalam bercerita menggunakan sudut pandang orang ketiga di luar cerita.
Tokoh utama dalam novel ini yaitu Hasbi dan Yumna. Hasbi yaitu anak bungsu dari tiga bersaudara yang hamper diwisuda. Dia adalah aktivis di kampusnya, sosok yang mempunyai jiwa pemimpin di luar keluarganya. Dalam keluarga ia masih diperlakukan sebagai anak kecil sehingga membuatnya tidak mandiri dan tidak pandai mengambil keputusan. Yumna perempuan berusia 25 tahun, seorang yang cerdas, mandiri, dan kuat. Ia terbiasa hidup mandiri sehingga membuatnya sering menentukan jalannya sendiri tanpa melibatkan orang lain termasuk keluaganya.
Penulisan sub judul dalam novel ini terlalu banyak yaitu 29 sub judul dengan jumlah halaman 404 halaman, terlalu sedikit halaman untuk satu sub judul. Akhir cerita yang disampaikan sedikit mengambang dengan tidak adanya kepastian antara kedua tokoh utama. Masih terdapat sebuah tanda tanya antara kedua tokoh begitujuga dengan pembaca.
Desain buku yang ditampilkan sangat menarik dengan cover bernuansa islami dan judul yang sangat cocok dengan era sekarang. Novel ini sangat inspiratif, banyak nilai keteladanan yang dapat diambil di dalamnya. Masalah yang diulas merupakan masalah nyata yang terdapat dalam mayoritas kehidupan sehari-hari yaitu urusan menjaga hati dan perasaan egoisme dalam kasus percintaan.
Bacalah novel yang sangat inspiratif ini, kita dapat memperoleh pelajaran yang berharga untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Novel ini mengajak kita untuk berfikir realistis dalam menjalani hidup. Memberikan motivasi untuk menjalani hidup agar lebih bijak.