Rabu, 08 Mei 2013

Tugas Psikolingusitik


Hasil Analisis
Foto diambil dari SD Gonilan 02 Kecamatan Kartasura yaitu “SAYA DATANG KE SEKOLAH UNTUK BELAJAR DAN DISIPLIN TANPA HARUS DIAWASI”. Dalam kalimat tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar dan disiplin tanpa diawasai karena untuk anak SD masih melakukan sesuatu dengan diawasi. Siswa SD biasanya juga melakukan sesuatu karena takut dimarahi bukan karena kesadaran sehingga tulisan tersebut cocok dipasang di SD agar bisa memotivasi anak-anak SD untuk belajar dan tetap disiplin dengan kesadaran masing-masing.

Senin, 09 Juli 2012



RESENSI BUKU FIKSI

Judul               : Penjaga Hati                     
Pengarang       : Anfika Noer
Penerbit           : Sabil
Sampul            : Soft Cover
Tebal Buku      : 404 halaman
Tahun Terbit    : 2011
ISBN               : 978-602-978-641-5
Kategori          : Filosofi
Ukuran            : 14 x 20 cm
Harga              : Rp 48.000,-

Anfika Noer,  lahir pada tanggal 04 Oktober 1981 di Metro. Ia menghabiskan masa kanak-kanaknya di desa kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Metro kemudian di SMU Negeri 1 Metro. Pendidikan tingggi di tempuh di Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung. Saat ini ia bergiat di Forum Lingkar Pena Lampung sebagai Sekretaris Umum. Anfika Noer mulai menggeluti dunia tulis mulai tahun 2004, di sela-sela kesibukan menjalankan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi Anfika menulis cerita anak, cerpen, opini, dan artikel pada harian umum, majalah remaja, dan antologi bersama.
Novel Penjaga Hati ini menceritakan tentang sulitnya menjaga hati, bukan hanya menjaga hati sendiri tetapi menjaga hati semua orang agar tidak menimbulkan prasangka buruk. Novel ini berkisah tentang dua insan yaitu Hasbi dan Yumna. Mereka  mempunyai rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata, mereka mengalami pertarungan jiwa dalam hal menjaga hati. Berusaha menghilangkan ego masing-masing agar tetap dapat saling menjaga perasaan. Namun mau tak mau keduanya tak bisa terus-terus memendam rasa sampai akhirnya mereka harus mengutarakannya dengan cara masing-masing.
Tujuan dari Novel ini pada dasarnya untuk mengingatkan tentang peringai manusia yang sering dihiraukan, yaitu kemampuan untuk menjaga hati. Novel ini dapat membuat kita lebih menjaga sebuah perasaan, berhati-hati dengan sebuah hati, dan belajar menerima segala sesuatu tanpa adanya rasa marah maupun penyesalan. Melalui tokoh utama dalam novel ini kita dapat belajar banyak tentang tata cara mengelola hati agar menjadi pribadi yang tenang dan bahagia.
Buku ini sebaiknya ditujukan utamanya pada kalangan remaja dan dewasa sebelum menkah karena sangat cocok dengan kriteria remaja yang masih labil dan sulit untuk menjaga hati dan perasaan. Ceritanya juga seputar cinta yang sewajarnya terjadi pada usia remaja, yaitu cinta yang baik dan cerdas. Selain itu, juga kedewasaan dalam memilih pasangan dan menentukan masa depan.
Sistematika penulisan cukup lengkap untuk buku fiksi, yaitu terdapat halaman judul, keterangan identitas buku, pengantar penulis, pengantar General Manager (GM), daftar isi, kemudian di akhir buku dilengkapi dengan biografi penulis. Selain di sampul belakang buku berisi pengantar isi novel Penjaga hati ini.
Bahasa serta ejaan sudah cukup komunikatif. Diksi yang dipilih disisipkan bahasa arab dan bahasa daerah sehingga diperlukan catatan kaki. Namun terdapat beberapa yang tidak dicantumkan catatan kakinya sehingga pembaca harus mengetauhi maksudnya di luar buku itu atau pengetahuan sendiri.
Novel ini memiliki segi kemenarikan yaitu nilai religinya yang sangat kuat. Nilai religi yang terdapat dalam novel ini yaitu keimanan (aqidah), ihsan (akhlak), dan ibadah. Selain itu dalam novel ini ada sisipan kalimat-kalimat bijak, yaitu sebagai berikut.
Mengertikah bahwa hati adalah penawar?
Jika ia teracuni, tidakkah tubuhmu telah terancam?
Jagalah ia
Sekirannya, hal itu tak mudah

Tema novel ini yaitu tentang hati dan perasaan, bagaimana suatu hati harus tetap terjaga kebeningannya. Alur yang digunakan yaitu alur maju, dimulai dari perkenalan, permunculan masalah, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian. Latar cerita terdapat di beberapa kota di Indonesia yaitu Padang, Palembang, Yogyakarta, dan Bekasi, dimana sebagian besar terdapat di Palembang yaitu tempat pertemuan antara Hasbi dan Yumna. Penulis dalam bercerita menggunakan sudut pandang orang ketiga di luar cerita.
Tokoh utama dalam novel ini yaitu Hasbi dan Yumna. Hasbi yaitu anak bungsu dari tiga bersaudara yang hamper diwisuda. Dia adalah aktivis di kampusnya, sosok yang mempunyai jiwa pemimpin di luar keluarganya. Dalam keluarga ia masih diperlakukan sebagai anak kecil sehingga membuatnya tidak mandiri dan tidak pandai mengambil keputusan. Yumna perempuan berusia 25 tahun, seorang yang cerdas, mandiri, dan kuat. Ia terbiasa hidup mandiri sehingga membuatnya sering menentukan jalannya sendiri tanpa melibatkan orang lain termasuk keluaganya.
Penulisan sub judul dalam novel ini terlalu banyak yaitu 29 sub judul dengan jumlah halaman 404 halaman, terlalu sedikit halaman untuk satu sub judul. Akhir cerita yang disampaikan sedikit mengambang dengan tidak adanya kepastian antara kedua tokoh utama. Masih terdapat sebuah tanda tanya antara kedua tokoh begitujuga dengan pembaca.
Desain buku yang ditampilkan sangat menarik dengan cover bernuansa islami dan judul yang sangat cocok dengan era sekarang. Novel ini sangat inspiratif, banyak nilai keteladanan yang dapat diambil di dalamnya. Masalah yang diulas merupakan masalah nyata yang terdapat dalam mayoritas kehidupan sehari-hari yaitu urusan menjaga hati dan perasaan egoisme dalam kasus percintaan.
Bacalah novel yang sangat inspiratif ini, kita dapat memperoleh pelajaran yang berharga untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Novel ini mengajak kita untuk berfikir realistis dalam menjalani hidup. Memberikan motivasi untuk menjalani hidup agar lebih bijak.

Rabu, 06 Juni 2012

Membaca Komprehensif

HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGUASAAN BAHASA PADA MASYARAKAT KETURUNAN CINA DI SURAKARTA
Oleh:
Markhamah
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP-UMS

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pendidikan dengan penguasaan bahasa. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan bahasa pengantar Hwa Yu dan Belanda dengan penguasaan bahasa peserta didik. Sebagian besar penutur (selain LKCD) yang menguasai BJK memperoleh pendidikan BJ dari orang tuanya.

Kata kunci: pendidikan, penguasaan bahasa, dan pemerolehan bahasa.

Sumber:
Markhamah. 2002. “Hubungan Pendidikan Dengan Penguasaan Bahasa Pada Masayarakat Keturunan Cina Di Surakarta”. Varidika. Vol.14, No.24.

Reproduksi bacaan:
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGUASAAN BAHASA PADA MASYARAKAT KETURUNAN CINA DI SURAKARTA
Dalam penelitian tersebut bertujuan menjelaskan hubungan antara pendidikan dengan penguasaan  bahasa. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal dan nonformal yang meliputi pendidikan di sekolah, keluarga (orang tua), dan di masyarakat. Pendidikan di sekolah yaitu dengan bahasa pengantar yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Kemudian pendidikan keluarga (orang tua) dan masyarakat yaitu dengan penggunaan bahasa tersebut dalam keseharian. Peguasaan bahasa dalam hal ini meliputi pengaruh penguasaan bahasa Hwa Yu dan Belanda terhadap Bahasa Jawa Krama (bahasa Jawa Halus) dan Bahasa Jawa.
Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara terbuka. Wawancara tersebut dilakukan dengan orang-orang keturunan cina dengan rincian sebagai berikut.
1.      Perempuan Keturunan Cina Dewasa (PKCD) sejumlah 25 orang
2.      Laki-laki Keturunan Cina Dewasa (LKCD) sejumlah 25 orang
3.      Laki-laki Keturunan Cina Dewasa (LKCD) sejumlah 15 orang
4.      Perempuan Keturunan Cina Remaja (PKCD) sejumlah 15 orang
Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Penjelasan hubungan antara pendidikan dengan penguasaan bahasa dilakukan dengan hubungan sebab-akibat. Kemudian kesimpulan ditentukan dengan penalaran induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memperoleh pendidikan bahasa melalui pendidikan yang ditempuh dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi kemudian kemampuan yang diperoleh dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan masyarakat. Pendidikan tersebut termasuk di lembaga pendidikan yang dikelola oleh komunitas Cina. Dengan demikian bahasa apabila tidak digunakan maka tidak akan berkembang bahkan semakin memudar terhadap bahasa yang bersangkutan.
Kemampuan dalam Bahasa Jawa (BJ) peserta didik sebagian besar diperoleh di pendidikan formal karena kebanyakan orang tua tidak menguasai Bahasa Jawa Krama (BJK). Untuk keturunan Cina generasi kedua kurang menyukai penggunaan Bahasa Jawa Krama (BJK) dalam pengantar pendidikan formal karena ikatan dengan kebudayaan dengan leluhurnya masih kuat.
Pengelola pendidikan dengan menggunakan bahasa tertentu berpengaruh terhadap penguasaan bahasa peserta didik. Sehingga peran orang tu sangat besar terhadap penguasaan Bahasa Jawa khususnya Bahasa Jawa Krama karena pendidikan formal saja tidak cukup.
Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan hubungan antara penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan bahasa pengantar Hwa Yu dan Belanda dengan penguasaan bahasa peserta didik. Sebagian besar penutur (selain LKCD) yang menguasai BJK memperoleh pendidikan BJ dari orang tuanya.

Mawar

Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak.

Selasa, 06 Maret 2012

cerita lucu

Ceritanya suatu hari jojon yang baru aja ketiban rejeki noplok akibat menang maen gaple di kampungnya berniat makan enak di restoran padang. Kebetulan hari itu Paidjo yang bertugas sebagai penjaga restoran padang tersebut.

Karena ngerasa Lagi punya banyak duit jojon memesan berbagai masakan. Diantaranya gulai cincang, rendang padang, sama jus jeruk anget. Dengan gagah jojon menanti pesanannya. Beberapa menit kemudian Paidjo masuk membawa membawa nasi hangat sama gulai cincang padang. Jojon kaget ketika melihat jempol paidjo menempel di nasi sama gulai cincang yang dibawanya. 
"Ah ngga sengaja kali." ucap Jojon dalam hati. Dia segera mulai menyantap hidangan.
Satu menit kemudian Paidjo datang mebawa rendang padang, dan kali inipun jempol si Paidjo masuk kedalam rendang padang. "sial ni orang nyari gara gara." ucap Jojon dalam hati tapi dia tetap menyantap hidangan kedua.
Tidak berapa lama Paidjo keluar bersama dengan jus jeruk hangat. Dan yang paling membuat Jojon donbgkol setengah mati jempol Paidjo juga masuk keminuman yang dibawanya. 
Walau emosi udah dibun ubun paidjo masih mau sedikit bersabar, sambil menyeruput jus jerung anget matanya berkeliling mencari pemilik restoran padang. Kebetulan saat itu Uda Rizki pemilik restoran padang itu keluar dari dapur.
"Uda sini da, " Panggil Jojon kenceng.
"Iya pak ada apa." Sahut uda Rizki ramah
“Itu anak buahmu edan… masak jempol tangan kanannya masuk ke semua masakan dan minuman yang kupesan!!!”
“Ah masa pak… Paidjo sini kamu, apa benar jempolmu kamu masukkan ke masakan dan minuman bapak ini?”
“Ya pak…" Jawab Paidjo tegas
"Edan kamu, kenapa begitu, kan udah diajarin tempo hari ga boleh!!!” seru Uda Rizki dongkol
Jojon agak senang karena keluhannya diperhatikan… "Asyik bakal makan gratis nih." Ucap Jojon dalam hati
Paidjo menjawab, “Jempol saya keseleo pak, kata dokter mesti diangetin terus, lah masakan kan anget jadi saya cemplungin aja…”
Mendengar itu marah lah si Jojon, “Kurang ajar kamu, mau angettt ya? Kalau mau anget tak ajarin, masukin tuh jempol ke lobang pantat, anget di situ… dasar kampret!”
Paidjo menjawab, “Iya pak saya tahu, kalau lagi nungguin makanan di dapur saya colok jempol saya di pantat…”
======================
Ternyata Paidjo punya cara sendiri agar istrinya tidak sadar kalau dia punya wanita simpanan. Setiap wanita simpanannya menelpon ke hp paidjo si istri tidak pernah sadar, bahkan si istri dengan suka rela menambah daya (hp di charge )untuk hp tersebut. Ternyata Paidjo menyimpan nama selingkuhannya dengan nama "Low Bat"