Judul : Penjaga Hati
Pengarang :
Anfika Noer
Penerbit :
Sabil
Sampul :
Soft Cover
Tebal Buku :
404 halaman
Tahun Terbit :
2011
ISBN :
978-602-978-641-5
Kategori : Filosofi
Ukuran : 14 x 20 cm
Harga : Rp 48.000,-
Anfika
Noer, lahir pada tanggal 04 Oktober 1981
di Metro. Ia menghabiskan masa kanak-kanaknya di desa kemudian melanjutkan
pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Metro kemudian di SMU Negeri 1 Metro. Pendidikan
tingggi di tempuh di Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung. Saat ini ia
bergiat di Forum Lingkar Pena Lampung sebagai Sekretaris Umum. Anfika Noer
mulai menggeluti dunia tulis mulai tahun 2004, di sela-sela kesibukan
menjalankan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi Anfika menulis
cerita anak, cerpen, opini, dan artikel pada harian umum, majalah remaja, dan
antologi bersama.
Novel
Penjaga Hati ini menceritakan tentang
sulitnya menjaga hati, bukan hanya menjaga hati sendiri tetapi menjaga hati
semua orang agar tidak menimbulkan prasangka buruk. Novel ini berkisah tentang
dua insan yaitu Hasbi dan Yumna. Mereka
mempunyai rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata, mereka mengalami
pertarungan jiwa dalam hal menjaga hati. Berusaha menghilangkan ego
masing-masing agar tetap dapat saling menjaga perasaan. Namun mau tak mau
keduanya tak bisa terus-terus memendam rasa sampai akhirnya mereka harus
mengutarakannya dengan cara masing-masing.
Tujuan
dari Novel ini pada dasarnya untuk mengingatkan tentang peringai manusia yang
sering dihiraukan, yaitu kemampuan untuk menjaga hati. Novel ini dapat membuat
kita lebih menjaga sebuah perasaan, berhati-hati dengan sebuah hati, dan
belajar menerima segala sesuatu tanpa adanya rasa marah maupun penyesalan.
Melalui tokoh utama dalam novel ini kita dapat belajar banyak tentang tata cara
mengelola hati agar menjadi pribadi yang tenang dan bahagia.
Buku
ini sebaiknya ditujukan utamanya pada kalangan remaja dan dewasa sebelum menkah
karena sangat cocok dengan kriteria remaja yang masih labil dan sulit untuk
menjaga hati dan perasaan. Ceritanya juga seputar cinta yang sewajarnya terjadi
pada usia remaja, yaitu cinta yang baik dan cerdas. Selain itu, juga kedewasaan
dalam memilih pasangan dan menentukan masa depan.
Sistematika
penulisan cukup lengkap untuk buku fiksi, yaitu terdapat halaman judul,
keterangan identitas buku, pengantar penulis, pengantar General Manager (GM),
daftar isi, kemudian di akhir buku dilengkapi dengan biografi penulis. Selain
di sampul belakang buku berisi pengantar isi novel Penjaga hati ini.
Bahasa
serta ejaan sudah cukup komunikatif. Diksi yang dipilih disisipkan bahasa arab
dan bahasa daerah sehingga diperlukan catatan kaki. Namun terdapat beberapa
yang tidak dicantumkan catatan kakinya sehingga pembaca harus mengetauhi
maksudnya di luar buku itu atau pengetahuan sendiri.
Novel
ini memiliki segi kemenarikan yaitu nilai religinya yang sangat kuat. Nilai
religi yang terdapat dalam novel ini yaitu keimanan (aqidah), ihsan (akhlak),
dan ibadah. Selain itu dalam novel ini ada sisipan kalimat-kalimat bijak, yaitu
sebagai berikut.
Mengertikah bahwa
hati adalah penawar?
Jika ia teracuni,
tidakkah tubuhmu telah terancam?
Jagalah ia
Sekirannya, hal itu
tak mudah
Tema
novel ini yaitu tentang hati dan perasaan, bagaimana suatu hati harus tetap
terjaga kebeningannya. Alur yang digunakan yaitu alur maju, dimulai dari
perkenalan, permunculan masalah, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian. Latar
cerita terdapat di beberapa kota di Indonesia yaitu Padang, Palembang,
Yogyakarta, dan Bekasi, dimana sebagian besar terdapat di Palembang yaitu
tempat pertemuan antara Hasbi dan Yumna. Penulis dalam bercerita menggunakan
sudut pandang orang ketiga di luar cerita.
Tokoh
utama dalam novel ini yaitu Hasbi dan Yumna. Hasbi yaitu anak bungsu dari tiga
bersaudara yang hamper diwisuda. Dia adalah aktivis di kampusnya, sosok yang
mempunyai jiwa pemimpin di luar keluarganya. Dalam keluarga ia masih
diperlakukan sebagai anak kecil sehingga membuatnya tidak mandiri dan tidak
pandai mengambil keputusan. Yumna perempuan berusia 25 tahun, seorang yang
cerdas, mandiri, dan kuat. Ia terbiasa hidup mandiri sehingga membuatnya sering
menentukan jalannya sendiri tanpa melibatkan orang lain termasuk keluaganya.
Penulisan
sub judul dalam novel ini terlalu banyak yaitu 29 sub judul dengan jumlah
halaman 404 halaman, terlalu sedikit halaman untuk satu sub judul. Akhir cerita
yang disampaikan sedikit mengambang dengan tidak adanya kepastian antara kedua
tokoh utama. Masih terdapat sebuah tanda tanya antara kedua tokoh begitujuga
dengan pembaca.
Desain
buku yang ditampilkan sangat menarik dengan cover bernuansa islami dan judul
yang sangat cocok dengan era sekarang. Novel ini sangat inspiratif, banyak
nilai keteladanan yang dapat diambil di dalamnya. Masalah yang diulas merupakan
masalah nyata yang terdapat dalam mayoritas kehidupan sehari-hari yaitu urusan
menjaga hati dan perasaan egoisme dalam kasus percintaan.
Bacalah
novel yang sangat inspiratif ini, kita dapat memperoleh pelajaran yang berharga
untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Novel ini mengajak kita untuk
berfikir realistis dalam menjalani hidup. Memberikan motivasi untuk menjalani
hidup agar lebih bijak.